DUNIA MISTERI

Kisah Seorang Wanita di Santet Hingga Keluarkan Bencolan Besar

Seorang wanita bernama Ayu menceritakan pengalaman mistisnya. Bukan bertemu dengan hantu seperti pocong, genderuwo ataupun kuntilanak. Tetapi, wanita ini mengaku di santet oleh seseorang yang ia kenal.

Cerita bermula di tahun 2010, ayu merupakan anak satu-satunya yang tinggal di daerah Bandung. Ayah ayu bernama Bambang dan Ibu Ayu bernama Lina. Ayu tinggal di sebuah komplek perumahan elite.

“Ayu ini tinggal di perumahan yang bisa dibilang elite, ayah ayu bekerja sebagai manager di perbankan nasional sedangkan ibu ayu ini seorang pengusaha dibidang hukum. Jadi, kalian bisa bayangkan kan betapa beradanya keluarga ayu.” Ujar Jody Aditya melalui kanal YouTube nya dikutip Harian Massa Selasa (21/09/2021).

Di tahun 2010, ayu berusia 15 tahun ia bersekolah di salah satu sekolah unggulan di Kota Bandung. Di rumahnya ada dua orang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Yuni dan Yanti. Mereka berdua masih memiliki hubungan keluarga.

“Yuni berusia 40 tahun sementara Yanti berumur 20 tahun.Rumah Ayu ini bisa dibilang cukup besar di bagian depan dan belakang terdapat taman yang biasa mereka gunakan untuk kumpul-kumpul, terutama di bagian taman belakang soalnya tamannya itu bisa dibilang lumayan besar dan luas, disitu juga ada gazebo yang cukup besar dan biasa dipakai keluarga ini untuk santai-santai.” Ucap Jody.

Ayu tumbuh di keluarga yang sangat sempurna. Meski ayah dan ibu Ayu bekerja dengan pekerjaan yang super sibuk, ayah dan ibu Ayu selalu meluangkan waktu di hari weekand. Karena pekerjaan ayah dan ibu Ayu yang memiliki jabatan sangat penting. Setiap weekand selalu ada staff kantor yang datang ke rumah mereka untuk membicarakan pekerjaan kantor yang sangat penting.

“Meski ayah dan ibu Ayu udah matiin ponsel mereka khusus kantor, selalu aja ada staff kantor yang datang ke rumah untuk bicarain masalah pekerjaan. Dari banyaknya staff yang datang ke rumah ada satu staff kantor yang paling sering datang ke rumah Ayu.” Ujar Jody.

Staff tersebut bernama Gita umurnya sekitar 30 tahun. Staff ini berasal dari ayahnya Ayu, dalam sebulan Gita biasa berkunjung ke rumah Ayu dua sampai tiga kali dalam sebulan di hari weekand.

Ayah Ayu punya kebiasaan ia selalu membawa staffnya ke gazebo belakang rumah mereka, alasannya karena gazebo tersebut enak dijadikan tempat membahas masalah kantor. Gitta selalu datang tepat di jam 15:00 sore di hari Minggu.

“Ayu ini udah hafal banget jam kedatangan si gitta, saking seringnya Gitta datang ke rumah Ayu makanya Ayu sampe hafal banget.” Ucap Jody melanjutkan cerita di podcast horror freaks.

Singkat cerita, Ayu merasa ada yang berbeda dengan Gitta. Jika biasanya, Gitta datang di hari Minggu jam 15:00 sore. Kali ini, Gitta datang di hari Sabtu jam 16:00 sore. Pada saat itu, Ayu, ayahnya dan ibunya sedang berkumpul di ruang tengah.

Tiba-tiba Gitta datang dan langsung di bawa oleh ayahnya Ayu ke Gazebo belakang rumahnya. Selain jam kedatangan Gitta yang berubah, ternyata di hari itu, sikap Gitta pun berubah. Jika biasanya Gitta hanya berbicara masalah pekerjaan kurang lebih satu jam. Hari itu, Gitta cukup lama membahas masalah pekerjaan.

Bahkan saat makan malam tiba, Gitta pun ikut makan bersama dan kembali melanjutkan membahas masalah pekerjaan sampai jam 9 malam. Selama pertemuan Gitta dan Ayahnya Ayu cukup lama memperhatikan Gitta dan Ayahnya membahas masalah pekerjaan.

Selama 5 jam Gitta berada di rumah Ayu, Ayu tak pernah berhenti memperhatikan Gitta dari jauh. Hingga di waktu Gitta pulang, Ayu menaruh curiga. “Jadi pas Gitta ini mau pulang dia dianter sama asisten Ayu bernama Yanti. Ketika sampai didepan pagar, Gitta memberikan barang kecil kepada Yanti.” Ujar Jody

Yanti langsung memasukkan barang itu ke kantongnya dan langsung masuk ke rumah Ayu.Keesokan harinya, saat Keluarga Ayu sedang

menyantap makan siang. Keluarga Ayu makan, makanan yang di masak oleh Asisten Rumah Tangga (ART).

“Disini setelah selesai makan siang kira-kira 2-3 jam, badan Ayu merasa panas dan muncul benjol-benjolan di seluruh tubuh Ayu. Dan benjolannya itu seperti mau meledak.” Ungkap Jody.

Kejadian itu benar-benar cepat dan aneh soalnya dari yang tidak ada apa-apa. Tiba-tiba kurang dari satu jam seluruh badan Ayu dipenuhi benjolan-benjolan besar berwarna merah. Saat itu juga Ayu dibawa ke rumah sakit.

Karena terlalu parah, Ayu harus rawat inap dan dokter pun mendiagnosa kemungkinan ayu mengalami sakit benjolan-benjolan ditubuhnya karena alergi makanan.Ayu mengaku saat makan siang dirinya hanya memakan capcay dan olahan daging.

“Ayu tipikal orang yang nerima semua makanan, gak ada yang alergi seafood atau lainnya.” Tutur Jody

Karena harus rawat inap orang tua Ayu akhirnya memilih kamar VIP supaya Ayu bisa istirahat dengan tenang dan yang menemani Ayu bisa istirahat juga. Hari pertama Ayu di rumah sakit, ia ditemani oleh ibunya. Sementara, ayah Ayu mengaku ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Sekitar jam 22:00 malam Ayu bermimpi sebuah peristiwa yang membuat ia sakit hati. Jadi, di mimpi Ayu, dirinya melihat jika Ayahnya dan Gitta Staff ayahnya itu melakukan perjalanan dinas berdua.

“Setelah dari perjalanan dinas, mereka kan udah disiapin kamar hotel berdua. Gitta malah masuk ke kamar ayahnya dan tidur bareng.” Ujar Jody

Karena mimpinya, Ayu dibuat gelisah bahkan sampai nangis-nangis. Disitu, ibunya yang sedang tidur sampai bangun dan berusaha untuk nenangin Ayu.” Ibunya Ayu bangunin ayu dengan cara mengusap-usap kepala Ayu, sampai akhirnya Ayu ini kebangun.” Ucap Jody

Ibu Ayu sempat bertanya perihal mimpi yang dialami Ayu malam itu. Akan tetapi, Ayu menjawab jika mimpinya itu hanya mimpi biasa. Ibu Ayu memberikan segelas air putih untuk diminum Ayu. Ayu pun meminum air tersebut dan melanjutkan mimpinya.

Setelah Ayu mulai terlelap,Ayu bermimpi lagi, mimpi yang sama tapi kali ini mimpi itu seperti melanjutkan mimpi sebelumnya. Sampai disini Ayu tersadar jika baju yang ayahnya pakai di dalam mimpi itu sama persis dengan baju yang ayahnya pakai saat mengantar Ayu ke rumah sakit.

Saat Ayu terbangun, ia melihat ibunya sudah tertidur lelap. Ayu pun tidak tega membangunkan ibunya. Ayu berusaha untuk kembali tidur akan tetapi Ayu tidak bisa melanjutkan lagi tidurnya. Ayu terus gelisah.

Karena ayu tidak bisa tidur, akhirnya ia memutuskan untuk main ponsel. Sampai sekitar jam 03:00 pagi. Ayu dikejutkan dengan sesosok kakek-kakek yang tiba-tiba masuk ke ruangan Ayu. Kakek ini memakai kaos berwarna putih dan celana hitam.

Kakek itu datang mendekati kaki Ayu sambil mengeluarkan sebuah kayu dan menusuk kaki Ayu. “Kakek ini menusuk bukan di kaki Ayu yang sakit. Ayu sempat memperhatikan kayu yang dipakai kakek tersebut mirip seperti tusuk gigi.” Lanjut Jody.

Ayu ketakutan dan berteriak memanggil ibunya, sosok kakek-kakek itu langsung pergi ketika ibunya Ayu bangun. Ayu pun langsung meminta ibunya untuk mengejar kakek tersebut. Ibu Ayu pun mengejar keluar, anehnya diluar tidak ada siapa-siapa.

Setelah ibu Ayu masuk kembali ke kamar. Ayu bercerita perihal apa yang dilakukan oleh kakek tersebut. Ayu dan Ibu Ayu pun melihat bagian kaki Ayu yang tadi ditusuk oleh kakek tak dikenal. Anehnya, kaki Ayu yang terlihat baik-baik saja Sebelumnya.

Kini seperti bisul yang mau pecah.Saat itu, ayu merasakan kakinya sakit hingga ibunya memanggil suster penjaga.Oleh suster Ayu diberikan obat penghilang rasa sakit.

Esoknya, ayah Ayu datang untuk menemani Ayu dan Ibunya ke Dokter spesialis kulit yang baru buka sekitar jam 09:00 pagi. Setelah diperiksa, dokter belum bisa mendiagnosis penyakit Ayu. Dokter berasalan butuh observasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Oleh karena itu, Ayu harus rawat inap kembali. Selama Ayu di rawat. Ayu hanya ditemani ibunya, sementara ayah Ayu selalu berasalan ada pekerjaan kantor. Di hari keempat Ayu dirawat, ibu Ayu mengalami sakit.

“Ibunya sakit, tapi sakitnya beda ibu Ayu merasa dadanya sesak banget. Seperti orang asma akut, Yang aneh, ibu ayu ini gak ada riwayat sakit asma.” Terang Jody.

Karena sudah terlalu parah, ibu Ayu pun dirawat dan ditempatkan di ruangan Ayu. Anehnya, meski anak dan istrinya sakit. Ayah ayu itu hanya menemani Ayu dan Ibunya satu malam aja. Dan seterusnya ditemani oleh adik ibunya Ayu yang bernama Putri.

Ayu mulai curiga hanya saja Ayu masih diam. Menariknya putri merupakan orang yang sensitif sama makhluk-makhluk tak kasat mata. Di hari keenam saat putri sedang makan sambil menjaga Ayu dan ibunya.

“Mereka bertiga lagi asik ngobrol sambil nonton tv. Lagi asyik ngobrol begitu tiba-tiba si putri diam.” Tutur Jody

Putri memejamkan mata dan bertingkah seperti orang yang sedang mengusir seseorang. Ayu dan Ibunya sempat bingung dengan kelakuan Putri, setelah Putri kembali membuka mata. Ibunya Ayu pun bertanya apa yang di lihat putri.

Setelah mendengar penjelasan Putri, Ayu dan Ibunya pun paham jika yang dimaksud ada mahluk dari alam lain.Esok malamnya, hal itu terulang lagi putri mengusir mahluk yang hendak masuk. Hal itu terus terjadi setiap malam.

Putri menaruh curiga jika mahluk yang hendak memasuki kamar Ayu dan Ibunya bukanlah mahluk penunggu rumah sakit. Melainkan mahluk dari luar rumah sakit.Mahluk yang sengaja dikirim oleh seseorang.

Akhirnya, Putri mengatakan jika mahluk tersebut merupakan mahluk kiriman yang dikirim oleh seseorang.Putri menyarankan untuk memanggil uwak Abdul. Keesokan siangnya, uwak Abdul ini datang ke rumah sakit tempat Ayu dan Ibunya di Rawat.

“Wak Abdul nih datang dari Sukabumi. Sampai di ruangan, Wak Abdul berbicara sebentar dengan Ayu, Ibunya dan Putri.” Kata Jody

Setelah itu, Wak Abdul duduk bersila dan memejamkan mata sambil berdoa. Selang beberapa menit, Wak Abdul kembali membuka mata dan meminta Ayu dan Ibunya pulang hari itu juga. Putri pun menyelesaikan administrasi rumah sakit.

Selama perjalanan Wak Abdul selalu bilang jika sakitnya Ayu dan Ibunya itu karena ada yang kirim santet. Sesampainya di rumah, Wak Abdul langsung meminta baskom berisi air dan garam. Ayu dan Ibunya langsung tiduran di kamar ibunya.

“Saat itu keadaannya ayah Ayu gak ada di rumah lagi ke kantor. Uwak Abdul langsung melakukan ritual.” Terang Jody.

Wak Abdul duduk di lantai, baskom berisi air itu dicampur garam. Dan Wak Abdul mulai berdoa, setelah selesai berdoa. Wak Abdul mengambil air tersebut dengan segelas kecil dan diberikan kepada Ayu dan Ibunya. Ayu dan Ibunya meminum dalam tiga tegukan.

Setelah meminum air tersebut, badan Ayu dan Ibunya mulai berekasi. Ibunya merasa dadanya didudukin seseorang, sementara Ayu, merasa badannya panas dan benjolan yang ada di badannya semakin membesar dan seperti inggin pecah.

“Secara bersamaan Putri dan Wak Abdul tidak melihat adanya perubahan fisik di Ayu dan Ibunya. Jadi ternyata reaksinya hanya Ayu dan Ibunya yang rasain.” Tutur Jody.

Selanjutnya Wak Abdul membawa baskom berisi air garam itu ke halaman belakang. Wak Abdul langsung duduk dan membaca doa. Setelah itu, Wak Abdul langsung menyirami halaman belakang dengan air tersebut.

“Setelah disiramin Wak Abdul nih jalan ke arah gazebo. Disitu, Disamping Gazebo Wak Abdul mengorek-ngorek tanah. Wak Abdul menemukan satu benda yang dililit bersama kain putih lusuh.” Kata Jody

Setelah dibuka, ternyata isinya sebuah keris kecil terbuat dari Kuningan dan batu berwarna merah. Wak Abdul pun menunjukkan barang tersebut. Dan mengatakan jika ada seseorang yang inggin Keluarga nya hancur serta merebut ayah Ayu.

Mendengar hal itu Ayu dan Ibunya kaget, mereka menerka-nerka siapa orang yang berani berbuat Setega itu terhadap mereka. Setelah kejadian itu, Wak Abdul tidak langsung pulang, ia memutuskan untuk menunggu Ayah ayu pulang.

Tak berapa lama Ayah Ayu pun pulang, Wak Abdul langsung mengajak Ayah ayu ke gazebo belakang dan mengobrol cukup lama. Dan diakhir obrolan, Ayah Ayu disuruh minum air yang tadi sudah di do’akan Wak Abdul.

Setelah semua selesai, Wak Abdul pun berkata jika urusannya sudah selesai wanita itu tidak akan berani datang ke rumah Ayu lagi. Disitu, ayu dan ibunya menaruh curiga kepada Gitta staff ayahnya yang paling sering datang ke rumah.

Diakhir video, Jody menjelaskan jika beberapa hari kemudian keadaan Ayu dan ibunya sudah mulai membaik secara perlahan. Ayu dan Ibunya memperhatikan jika selama tiga bulan belakangan Gitta staff ayahnya di kantor lama tidak mengunjungi rumah mereka.

“Karena penasaran Ayu sempat nanya sama ayahnya kenapa Gitta tidak pernah datang ke rumahnya lagi. Ayah ayu menjawab jika Gita sudah resign berapa bulan lalu. Karena, katanya Gitta ini sakit, tapi gak ada yang tau sakit apa.” Terang Jody.

Jangan-jangan sakitnya Gitta ini adalah pantulan dari kerjaannya sendiri yang mau ngancurin rumah tangga ibunya Ayu. Gak cuma Gitta, dua asisten Ayu pun berhenti tanpa alasan yang jelas.Kedua ART ayu ini, keluar setelah dua minggu ayu dan Ibunya sembuh.

Ayu berpendapat jika mungkin kedua ARTnya itu, juga terkena imbas dari apa yang Gitta kirim. Karena, kedua ART Ayu ikut membantu Gitta dalam menjalankan praktek santetnya di rumah Ayu.

مقالات ذات صلة

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *