Misteri di Dunia Aneh dan Unik

Misteri di Dunia Aneh dan Unik

Wonder Woman Tahun 2017, Superhero Jadi Film Terbaik DC Comics

Wonder Woman Tahun 2017, Superhero Jadi Film Terbaik DC Comics | Tahukah sahabat duniamistei.net jika DC Comics dan Warner Bros diketahui telah menghasilkan beberapa film superhero yang berhasil nongkrong di box office.

Tapi sejak trilogi Batman ditinggal oleh sosok Christopher Nolan, film-film DC seperti kehilangan nyawa. Sejumlah penampilan para superhero mereka pun menjadi terasa tidak berjejak di hati penonton.

Alih-alih pujian, tidak sedikit kritik buruk yang diterima. ‘Batman v Superman’ dan ‘Suicide Squad’ menerima hujatan itu ketika filmnya dirilis tahun lalu. Itu pula yang kemudian membuat banyak orang menilai, DC tergopoh-gopoh mengejar Marvel.

Akan tetapi kemunculan ‘Wonder Woman’ seperti jadi obat dari kekecewaan yang selama ini ditelan oleh DC bersama Warner Bros. Film ini jadi kesadaran dari kekelaman yang dialami DC belakangan.

Wonder Woman Tahun 2017, Superhero Jadi Film Terbaik DC Comics

Diangkat ke layar lebar usai tujuh dasa warsa lebih eksis melalui komik (dan sempat diangkat ke serial televisi), Wonder Woman bermain bersinar melalui penampilan Gal Gadot.

Terlepas dari kritik dirinya kurang sesuai dari segi fisik, akan tetapi Gadot cukup sukses menghidupkan jagoan asal Amazon itu secara visual.

Sang pengarah adegan, Patty Jenkins membuka tabir siapa Wonder Woman bak cerita yang bertutur. Dia bernama Diana Prince yang lahir di kerajaan Themyscira. Sebuah kerajaan di atas samudera yang tersembunyi oleh tabir yang diberikan Zeus.

Sang ibu merupakan ratu Hippolyta (Connie Nielsen) adalah penguasa kerajaan yang jadi panutan kaumnya. Dia juga mempunyai pasukan terbaik yang segalanya merupakan wanita. Sejak kecil, sang ibu meyakini Diana apabila dirinya adala sosok ajaib yang hidup dari kuasa Zeus usai dahulu sang ibu menyebut dirinya dibentuk dari tanah liat.

Di tangan sang bibi, Antiope (Robin Wright), Diana dididik keras jadi seorang petarung tangguh. Sementara, sang ibu risi hal itu akan membuat putrinya terancam dan tersakiti.

Hippolyta menghindarkan Diana dari segala macam pertarungan, pedang, sepakan, sampai pukulan dalam rangkaian latihan fisik untuk mempertahankan diri. Akan tetapi apa yang dikhawatirkan Hippolyta jadi hasrat terpendam bagi Diana.

Diana tidak gentar pada ancaman tajamnya pedang, juga rasa sakit. Hal itu semakin jadi sewaktu Steve Trevor (Chris Pine) muncul menginjakkan kaki di pulaunya.

Baca Juga: Remaja ini Ketik Surat ke Ibunya Sebelum Gantung Diri, Alasannya Sungguh Mengejutkan
Pria pertama yang Diana lihat untuk pertama kalinya. Dia pula yang jadi nilai tambah Diana untuk mempunyai dalih keluar dari pulau tersebut untuk menyelamatkan dunia di luar sana.

Sebuah dunia di tahun 1918 yang tengah merasakan peperangan untuk mengakhiri peperangan -The War to End All Wars-. Di sanalah Diana menemukan takdir dan Ares, musuh yang jadi legenda bagi kaumnya.

Patty Jenkins patut diberi penghormatan atas kemampuannya meramu kisah superhero ini. ‘Wonder Woman’ dikemas bak sebuah cerita bertutur dengan bumbu humor yang keluar dari bibir gadis naif yang baru melihat dunia.

“You should be very proud,” ucap Diana pada sang penjual es krim sewaktu digambarkan pertama kali mencoba makanan yang belum pernah kendatipun dia makan.

Sementara di sewaktu yang berbeda pula, Gal Gadot mampu menampilkan sosok Diana yang tetap tampak anggun walaupun terlibat perkelahian dengan Jenderal Ludendorff (Danny Huston) sang pemimpin perang besar dengan misi menghabisi umat manusia memakai bom toksin sintesis Dr Poison (Elena Anaya).

Walaupun begitu, agaknya masih terlalu dini kalau ingin mengatakan film ini jadi produk terbaik yang baru saja dikeluarkan DC. Pertemuan Diana dengan Ares di tengah-tengah kekacauan perang yang sedang ditanggulangi jadi bagian yang susah diakui secara logis. Pertarungan dewa dengan dewa seharusnya mampu jadi bagian cerita yang dikemas lain oleh DC.

Bagaimanapun DC harusnya patut berterimakasih pada Patty Jenkins dan Allan Heinberg. Tangan sang pengarah adegan dan penulis skenario yang dikenal melalui serial ‘Grey’s Anatomy’ itu menjawab ekspektasi sebagian orang yang menanti superhero DC tidak melulu harus bermain kaku dan serius.

Karakter Wonder Woman sendiri telah diperkenalkan pada tahun 1940-an oleh DC Comics. Diperankan oleh Lynda Carter, Wonder Woman bermain di layar kaca pada tahun 1970-an.

Wonder Woman pun menjelma jadi film pahlawan super Hollywood pertama yang digarap oleh pengarah adegan perempuan.

Wonder Woman sendiri diputar simultan pada 2 Juni mendatang. Film itu diperankan secara ciamik oleh seniman cantik Gal Gadot yang berperan sebagai Diana Prince alias Wonder Woman.

Demikianalah artikel duniamisteri.net kali ini yang mengulas Wonder Woman Tahun 2017, Superhero Jadi Film Terbaik DC Comics semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih

Updated: August 8, 2017 — 8:42 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Misteri di Dunia Aneh dan Unik © 2017 Frontier Theme